28 Juni 2008

Tugas Sebelum PKL

assalamualaikum... wah ga terasa, UAS dah sleseY...Tugas dan Presentasi msh ada coi... wkwkw, waduh... kira-kira tar setelah PKL anak2nya masih utuh ga ya?? hehe, sapa tau ada yang ditarik perusahaannya, trus ga balik2 ke bogor...oia... bagi anda yang ingin melihat tugas Akhir IMK punyaku, silahkan lihat aja di sini

tugas analisis versi blog

sorry yah, masih satu halaman penuh, nanti akan dibenarkan sesuai dengan imk nya... insya allah...
heheh...pokoknya buat anak ilkom 42 .. semangat aja yah.. menjalankan PKL dan segalanya, semoga sukses....

27 Juni 2008

Analisis Web PT Pos Indonesia

Untuk melihat isi, silahkan scroll ke bawah atau klik daftar isi berikut yang berisi kategori di bawah ini:

Daftar Isi
Pendahuluan
Analisis
Kesimpulan & Saran

Daftar Pustaka



PENDAHULUAN

1. Web adalah Informasi

Tujuan kita membuat web adalah menyediakan informasi. Bagaimana kita membuat informasi tersebut dapat diakses dengan mudah dan baik oleh user? Itulah tantangan kita agar dapat memenuhi user requirements tersebut. User adalah yang dapat menentukan apakah website tersebut ingin dibaca atau di-close. Kesan pertama melihat website itu penting. Kesan pertama banyak didapatkan dari:

1.Waktu loading website
2.Konten yang bermanfaat
3.Aksesibilitas
4.dan tampilan

Loading time ditentukan dari kapasitas akses user yang berbeda-beda (bandwith, komputer), ukuran file halaman web+file-file lainnya (image, audio, style, animasi, dll), selain itu, penggunaan komponen web (banner, icon ,image navigasi) juga dapat mempengaruhi loading time. Untuk pengisian konten hendaknya orisinal, bermanfaat, global atau justru lokal valuable, dan terstruktur dengan baik. Bagian yang penting lainnya adalah design dan usefulness. Dalam melakukan perancangan (design) kita harus memperhatikan estetika yang padu antara warna, layout, elemen, dan tipografi. Yang merupakan syarat untuk usefulness adalah utilitas, fungsionalitas, aksesibilitas, dan menggunakan teknologi yang tepat.

2. Aksesibilitas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tujuan membuat web adalah menyebarkan informasi, oleh karena itu sebuah website harus dapat diakses oleh seluas-luasnya pengguna. Setiap orang hendaknya dapat menikmati informasi dalam sebuah situs tak terkecuali bagi orang-orang dengan keterbatasan (fisik, teknologi, dll).dalam pembangunan sebuah situs web diharapkan tidak gegabah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan dapat “dinikmati” berbagai keadaan user.

3. Usability

Web usability adalah salah satu faktor penting dalam membangun sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplemen-tasikannya pada sebuah web. Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai tingkat kemudahan user interface untuk digunakan (Jacob Nielsen). Usability juga mengacu kepada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses perancangan.
Usability didefenisikan melalui lima komponen, yaitu :

a.Learnability
Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan.

b.Efficiency
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan.

c.Memorability
Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya.

d.Errors
Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan terhadap error dan cara memperbaiki error.

e.Satisfaction
Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan.

Mengapa usability penting? Untuk memikat user agar mengunjungi situs tersebut, karena jika sebuah website sulit digunakan, jika sebuah website tidak berisi informasi yang dicari user , jika sebuah website tidak menuntun user apa yang harus dilakukan, dan jika user “tersesat” pada website yang dikunjungi maka tombol close [X] pasti di-klik!.

4. Web PT. Pos Indonesia

Dasar Pemikiran
Pos Indonesia sebagai BUMN yang menyediakan layanan komunikasi, keuangan, dan logistik, dalam beberapa tahun terakhir ini menghadapi tantangan yang semakin berat. Tantangan ini terutama dipicu oleh adanya perubahan lingkungan bisnis dalam industri pos. Sebagai BUMN yang memiliki misi bisnis dan misi sosial, Pos Indonesia dituntut untuk tetap eksis, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kastamer, masyarakat, negara, dan seluruh stakeholder-nya.

Dalam 10 tahun terakhir, sejak pergantian status Pos Indonesia dari Perusahaan Umum ke Perusahaan Perseroaan Terbatas (Persero), Pos Indonesia telah melakukan upaya-upaya perbaikan yang sangat mendasar, mulai dari redefinisi bisnis, restrukturisasi perusahaan, sampai kepada change management dalam bentuk implementasi program transformasi bisnis. Berbagai program tersebut dilakukan untuk memposisikan Pos Indonesia sebagai network company yang dapat berperan secara maksimal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di era new economy.

PT. Pos Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. PT. Pos Indonesia, seperti perusahaan-perusahaan umumnya, juga memiliki sebuah website. Web perusahaan ini beralamat di http://www.posindonesia.co.id . Secara garis besar tujuan utama adanya web ini, yaitu :

a.Membantu manajemen melalui kegiatan penilaian aktivitas perusahaan yang obyektif dan tidak memihak,

b.Memberikan pelaporan secara lengkap, akurat dan tepat waktu sebagai informasi kepada manajemen, serta

c.Mengoptimalkan peran Compliance, Catalyst, Consultant, Competence dan Colleague.

ANALISIS WEB PT. POS INDONESIA


Analisis yang dilakukan terhadap web ini dilandaskan dari beberapa referensi yang didapat dari buku ataupun web lain yang membahas penerapan kaidah web usability seperti yang dijelaskan di http://www.prowebpro.com . dalam website tersebut ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah website, diantaranya:

1. Isi

2. Struktur Menu

3. Disain

4. Mudah di-index oleh mesin pencari / search engine

5. Ukuran file

6. Pemasaran

7. Offline marketing tool

Namun pada pembahasan website Pos Indonesia akan dikelompokkan berdasarkan poin-poin sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ditemukan pada website Pos Indonesia ini.

1. Logo Perusahaan

Identitas utama dari sebuah website adalah logo dan nama perusahaan. Pada website ini, peletakkan logo identitasnya sudah memenuhi aturan umum yang berlaku yaitu diletakkan di sebelah kiri atas. Pemisahan antara banner logo dan image nama perusahaannyapun sudah benar yaitu antara logo dan nama perusahaannya dipisah. Logo ini menjadi link untuk menuju ke tampilan awalan home.

Saran dan komentar yang diberikan untuk bagian ini :

a.Sudah bagus untuk desain dan penempatan, banner tidak menggunakan flash yang dapat mengganggu kelancaran akses ketika sedang me-load halaman ini.

b.Jika kita meng-click button kantor pos, button tarif ataupun button kodepos akan memunculkan halaman baru yang tidak ada identitasnya (logo Pos Indonesia). Jadi jika kita adalah pengunjung pertama, akan mengalami kesulitan dengan dimunculkan halaman baru ini yang tanpa identitas

2. Breadcrumb

Breadcrumb merupakan elemen terpenting dalam pembuatan website. Breadcrumb digunakan untuk memberitahukan kepada pengunjung situs mengenai posisi sekarang berada dalam situs ini. Dalam website Pos Indonesia ini tidak ada elemen breadcrumb. Pengunjung tidak dapat membedakan berada di mana dia sekarang, maka akan ada kesulitan bagi pemula yang mengunjungi sius ini.

Kita tidak dapat mengetahui di mana sekarang kita sedang berada. Pengembang situs ini hanya membedakan tiap-tiap halamannya dengan memberikannya sebuah judul yang berbeda-beda. Maka untuk saran sebaiknya diberikan sebuah breadcrumb agar pengunnung situs ini tidak tersesat di dalam website ini.

3. Searching

Fitur terpenting lainnya dalam website adalah fitur pencarian (searching). Dengan adanya pencarian, maka pengunjung akan lebih mudah dalam menemukan informasi yang diinginkan. Penggunaan fitur pencarian ini menghemat pengunjung situs untuk melakukan browsing yang sia-sia. Dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan, maka akan ditampilkan hasil dari pencarian yang diinginkan. Pada website ini ada beberapa permasalahan tentang fitur ini.

Fitur searching yang dimiliki oleh web PT. Pos Indonesia memiliki banyak kekurangan, antara lain :
Penempatan fitur searching ini tidak sesuai dengan penempatan searching pada umumnya yaitu di sebelah kanan. Pada situs ini, fitur searching diletakkan di bagian kiri tengah.
Sekilas pada saat pertama kali masuk ke halaman utama ini, fitur pencarian ini tampak seperti form login. Jadi, kesan pertama yang harus dilakukan oleh pengunjung situs ini adalah memasukkan nama di lembar textfield yang disediakan. Padahal form ini bukanlah form login melainkan form pencarian. Ini dikarenakan penggunaan huruf yang agak kecil, dan penempatan seperti yang diatas telah dijelaskan.
Pencarian yang disediakan oleh situs ini sebatas pencarian nomor kiriman barang yang dikirim oleh pengunjung. Jika kita sebagai pengunjung pertama tidak akan mengetahui hal ini. Pengunjung akan mengira bahwa ini form pencarian umum, karena button yang disediakan berlabel “cari”.
Pencarian yang disediakan kurang informatif. Untuk melakukan pencarian yang lebih spesifik, pengunjung harus meng-click tulisan “multiple items” dan akan dibawakan kepada halaman yang berbeda.

Kita akan dihadapkan pada lembar form ini saat menekan pilihan “multiple items” digambar 1a. Pada form ini kita bisa memilih pencarian berdasarkan kategori produk yang diinginkan. Namun ada sedikit permasalahan yang terjadi. Pada gambar 3 dilihatkan ada tulisan “masukkan nomor kiriman (max 10 items)”, namun kita kesulitan untuk memahami apa tujuan sebenarnya. Sebagai saran, seharusnya diberi list dari nomor 1 sampai nomor 10 yang ingin kita cari agar user bisa mengerti

Adanya tooltips yang kurang informatif. Tooltips yang diberikan di sini, tidak menjelaskan bagimana format pengisian yang benar. Seharusnya diberi contoh format pengisian yang sesuai, bagimana digit yang seharusnya diketik, penulisan menggunakan koma, dan lainnya agar tidak sering terjadi kesalahan oleh user saat melakukan pencarian.


4. Voting

Layanan voting terdapat di hampir semua halaman pada situs ini. Layanan voting atau jajak pendapat ini dimaksudkan untuk berkomunikasi dengan pengunjung tentang layanan yang diberikan selama ini. Tujuan dari layanan jajak pendapat ini adalah meminta masukkan dari pengguna tentang apa yang sebenarnya diinginkan pengguna agar pengguna puas. Pada gambar 1b dilihatkan bahwa adanya button ‘lihat’ dan ‘pilih’. Ini berarti pengunjung atau user tidak diharuskan memilih, pengunjung juga bisa melihat hasil voting sementara. Dengan pemakaian radio button maka pengunjung hanya bisa memilih satu diantara lima pilihan. Saran untuk bagian ini adalah :

a)Sebaiknya layanan jajak pendapat ini ditempatkan di bagian tertentu saja, tidak ditampilkan di seluruh halaman.

b)Sebaiknya layanan jajak pendapat ini ditujukan untuk member dan atau pelanggan yang diketahui benar identitasnya. Hal ini dapat membuat hasil voting yang didapatkan akan efektif dan sesuai dengan keinginan pelanggan sebenarnya. Karena jika kita sebagai user biasa, dapat melakukan kecurangan (keisengan) dengan memilih sebanyak-banyaknya pilihan vote yang disediakan.

5. Peta Situs

Peta situs digunakan untuk memudahkan user mengetahui struktur dari situs ini. Dengan adanya peta situs, kita bisa mengetahui ke mana tujuan kita di dalam situs ini. Peta situs ini sama fungsinya dengan explorer pada windows. Kita bisa mengeksplor lebih dalam situs ini tanpa harus browsing yang dapat memakan banyak biaya

Untuk saran yang diberikan pada bagian ini adalah pemberian sedikit penjelasan pada setiap sub-sub bagian. Penjelasan ini dimaksudkan agar pengunjung menjadi lebih mengerti secara umum isi dari sub-sub bagian.

6. Link

Link merupakan jalan pintas yang digunakan oleh pengembang web untuk merujuk kepada sumber yang dituju. Pada situs ini, link yang digunakan berwarna merah. Jika cursor kita letakkan di atas persis tulisannya (hover), maka warna yang sebelumnya merah berubah menjadi warna biru. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan link di situs ini. Link yang kita sudah kita kunjungi tidak berubah warnanya. Link-link yang telah dikunjungi sebelumnya seharusnya diatur agar berubah warnanya untuk memudahkan pengunjung mengingat link-link mana saja yang telah dikunjungi sebelumnya. Dengan begitu, pengunjung dapat menghemat biaya browsing yang dilakukannya.
Pada gambar di samping, jika cursor kita berada di atas link (hover), maka warna tulisan akan berubah menjadi biru dan digarisbawahi. Ini berarti sebuah penanda bahwa link dapat di- click.

7. Ukuran teks default yang terlalu kecil

Ukuran teks default yang digunakan pada situs ini terlalu kecil bagi user (terutama lansia). Ini menjadikan beberapa konten yang kurang dapat dibaca atau dinikmati oleh pengunjung. Padahal ukuran teks sangat mempengaruhi apakah sebuah konten dapat dibaca dengan mudah apa tidak. Bagi seorang pengunjung (terutama lansia) yang ingin menggunakan situs ini untuk keperluan surat-menyurat akan mengalami kesulitan dalam membaca konten dari situs ini. Mereka harus memperbesar ukuran font pada browser terlebih dahulu agar dapat terbaca. Font dan pewarnaan yang dilakukan situs ini memang sudah konsisten, namun sebagai saran sebaiknya digunakan font dengan ukuran default 10 pt.

8. Scrolling dan white space

Pemakaian scroll ditujukan untuk melihat keseluruhan isi web yang dikarenakan ukuran monitor yang tidak mencukupi. Dengan scroll kita bisa melihat kelanjutan konten yang diisikan. Pada situs ini, di halaman utama tampak tidak memakai scroll. Namun pada halaman lainnya http://www.posindonesia.co.id/web_link.html misalnya penggunaan scrollnya sangat tidak efisien.

Pada halaman ini, terlihat bahwa pemakaian scroll yang sia-sia. Karena saat kita scroll ke bawah, akan terlihat space yang kosong tanpa konten apapun. Ini menjadikan tampilan situs menjadi kurang konsisten dan terlihat buruk. Mungkin sebagai solusinya sebaiknya segera diperbaiki tampilan ini dengan meniadakan scroll ataupun menambah konten supaya terlihat penuh.


Sebagai solusi tambahan, mungkin untuk pengisian space kosong di sebelah kiri dapat diisikan dengan iklan ataupun menu-menu tambahan yang lainnya.

9. Tampilan text image yang mirip menubar

Penempatan dan desain menu “lacak kiriman” dan ” promosi “yang digunakannya menjadikan mirip seperti menubar lainnya. Padahal ini adalah sebuah text image biasa yang tidak bisa di-click . Bagi seorang pengunjung, biasanya sering tertipu untuk meng-click button ini.

Saat kita melakukan click, barulah kita sadar bahwa ini bukanlah sebuah button yang dapat digunakan. Ini hanya sebuah tampilan judul dari menu yang diberikan. Maka untuk solusinya, sebaiknya desain dari tampilan ini diganti agar pengunjung mengetahui bahwa ini bukanlah sebuah button menubar.

10. Text berjalan

Pada halaman home terlihat adanya animasi teks berjalan diatas menu. Jika cursor kita arahkan di atas text berjalan tersebut (hover), maka teks tersebut akan berhenti. Penggunaan teks berjalan ini ditujukan untuk menarik perhatian dari pengunjung dan agar tampilan website terlihat bagus. Di lain pihak, penggunaan teks berjalan ini tidak penting. Di mata pengunjung, teks berjalan ini merupakan iklan baris yang memutar dari kiri-kanan ataupun atas-bawah. Sebagian besar pengunjung akan mengabaikan teks berjalan ini. Hal ini dikarenakan mereka harus menunggu sampai semua teks ditampilkan. Jika ada informasi yang terlewat, maka pengunjung akan menunggu sampai teks berjalan tersebut looping kembali. Komentar untuk hal ini adalah pemakaian teks berjalan ini sudah tepat. Pengaturan informasinya juga sudah baik. Teks berjalan ini juga dibedakan jalan alurnya dengan alur iklan bergambar. Alur teks berjalan ini dari kanan-kiri, sedangkan alur jalan iklan bergambar dari bawah-atas. Namun sebaiknya teks berjalan ini ditiadakan. Karena alasan utamanya adalah pengunjung situs ini tidak terlalu peduli akan adanya teks berjalan ini.

11. Pop-up

Pop-up adalah munculnya halaman baru dari tampilan website yang kita buat. Pop-up ini bisa berisi bagian dari konten ataupun bisa berisi iklan-iklan penunjang dari website. Pada situs ini jika kita meng-click bagian ‘kantor pos’, ‘kode pos’ ataupun sub-bagian dari ‘tarif kiriman’ maka akan keluar window baru yang merupakan konten dari menu tersebut.

Bagi pengunjung yang belum terbiasa, akan segera meng-close halaman baru ini, apalagi jika terlalu memakan banyak waktu untuk me-load halaman baru ini. Kesan pertama yang timbul adalah bahwa window yang muncul berupa iklan yang tidak penting, padahal justru window baru itulah yang merupakan konten yang dituju. Solusi yang terbaik adalah tidak menggunakan pop-up atau menggunakan pop-up dengan filenya yang tidak terlalu besar, agar me-load halaman ini dengan cepat. Selain itu, diberikan penjelasan (judul) dan identitas (logo) supaya terlihat bukan seperti iklan.

12. Menu download majalah

Fasilitas download merupakan fitur yang disediakan oleh beberapa website. Fitur ini ditujukan agar pengunjung dapat mendapatkan materi ataupun file yang diinginkan. Dalam situs ini, pada saat Sabtu, 14 Juni 2008 fitur ini masih tidak bisa digunakan.

Terlihat bahwa daftar majalah yang ingin di-download masih kosong. Sebaiknya segera diperbaiki dengan memberikan informasi yang jelas, atau bisa dihilangkan sementara fitur download majalah ini.

Kesan pertama pengunjung adalah merasa kecewa karena ternyata pengunjung tidak bisa melakukan download ini. Pada halaman ini juga terdapat banyak space kosong yang terbuang sia-sia.

13. List halaman (next dan prev)

Tombol next dan tombol prev digunakan saat ingin melihat halaman selanjutnya atau halaman sebelumnya. Contoh pemakaian tombol dalam website ini berada pada halaman list berita.

Terlihat bahwa tombol prev dan next tidak diberi warna ataupun digarisbawahi sebagai penanda bahwa itu adalah tombol.

Di tengah-tengah terdapat textlist yang berisi teks halaman 1 sampai selesai. Jika kita memilih salah satunya, contoh hal. 3 maka akan muncul berita selanjutnya. Sorting berita ini dilakukan dari yang paling terbaru. Pemakaian fungsi ini sudah tepat, namun sebaiknya diperbaiki sesuai saran di atas.

14. Pengelompokkan menu dan sub-menu

Pengelompokkan ini bertujuan untuk mempermudah pengguna mengakses menu-menu tertentu. Pada website ini, pengelompokkan dilakukan berdasarkan kedekatan fungsionalitas kategori-kategori yang diberikan. Pengelompokkan menu ini terdiri dari tujuh bagian utama pada halaman home. Ada menu-menu tertentu yang jika kita click akan muncul sub-sub menu lainnya.

Jika kita click kembali di bagian organisasi maka akan dimunculkan sub-menu baru. Ini masih memenuhi standar struktur web pada umumnya. Jika lebih dari tiga kedalamannya maka sudah tidak memenuhi.

Pada bagian ini masih aman dari standar yang dipakai pada umumnya. Namun, jika kita sudah pernah mengunjungi sebelumnya bagian sub-menu terdalam, warna dari font ini tidak berubah. Kita bisa berulang-ulang mengunjungi bagian menu tersebut karena kita tidak diberi tanda bahwa sudah pernah ke bagian tersebut sebelumnya dan ditambah terdapat banyak sub-menu yang disediakan. Ini sangat memakan biaya dan waktu. Jadi, sebaiknya diberi tanda bahwa kita sudah pernah ke bagian sub-menu tersebut.

15. Penempatan menu utama

Kita sebagai pengguna, mengamati website ini dimulai dari atas, kiri-kanan, lalu terakhir ke bawah. Ini menandakan bahwa bagian terpenting adalah ditaruh di atas. Pada website ini sudah cikup baik peletakkan menu utama yang ditaruh di bagian atas. Menu utama ini merupakan ide pokok dari sebuah informasi yang ingin ditawarkan. Karena website ini sudah tepat penempatannya, maka kita bisa mengetahui konten apa saja yang ditawarkan website ini.

16. Penggunaan bahasa Inggris


Pada zaman modern sekarang, globalisasi diperlukan di setiap bidang. Begitu juga di dalam pembuatan website, sebaiknya ditampilkan adanya pilihan alih bahasa. Seperti pada website ini, kita diberikan pilihan alih bahasa yaitu bahasa internasional (english version). Ini berarti website yang dibuat ditujukan juga bagi pengunjung yang berasal dari luar negeri. Mungkin maksud tujuan di sini adalah bagi warga negara Asing pada umumnya yang tinggal di luar negeri ingin mengirim surat dan mengakses website ini, dapat dengan mudah mengerti dan mendapatkan tujuannya. Dengan begitu, PT. Pos Indonesia mendapatkan keuntungan promosi yang seluas-luasnya karena website ini dapat diakses di mana saja dan flexible pada setiap orang.

17. Penggunaan javascript

Pada umumnya javascript digunakan oleh pengembang untuk menginformasikan sesuatu atau sebagai pesan. Penggunaan javascript ini juga bisa diaplikasikan dengan memberikan message box atau dialog box. Seperti pada website ini, jika kita meng-click bagian english version maka akan muncul message box yang memberitahukan kita bahwa proses sedang dimuat.

Penggunaan javascript ini juga mempunyai resiko. Resiko yang dihadapi adalah tidak setiap browser bisa menampilkan javascript ini. Jika browser kita tidak mendukung adanya javascript maka pilihan alih bahasa ini akan gagal dan tidak berubah. Jadi sebaiknya jika pilihan-pilihan penting seperti ini, gunakan script pada umumnya jangan menggunakan javascript.

18. Penggunaan flash

Penggunaan flash pada umunya ditujukan untuk mempercantik tampilan website. Namun, seperti pada javascript sebelumnya, penggunaan flash ini juga beresiko. Jika ingin tampilan flash yang kita buat muncul, kita harus meng-install plugin dari flash player terlebih dahulu. Maka di setiap situs pada umumnya diberikan pilihan full flash atau no flash untuk pengunjung yang ber bandwith kecil. Namun pada website ini, tidak banyak menggunakan flash yang dapat mengganggu kecepatan akses pengunjung. Pemakaian flash pada website ini hanya untuk menginformasikan lacak kiriman dan sebagai iklan yang mensponsori website ini. Namun, ada sedikit permasalahan yang dihadapi ketika membuka website ini dengan browser internet explorer yang lama. Pada internet explorer yang lama pada beberapa halaman website ini tidak muncul apapun. Ini berarti pengunjung yang memakai internet explorer lama ini tidak dapat mengakses halaman tertentu tersebut. Maka sebaiknya, dalam pembuatan situs ini menggunakan scrip-script yang umum yang dapat diakses semua browser.

19. Screen Resolution

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pengembang web adalah mengenai lebar (width) halaman web. Statistik menunjukkan bahwa kebanyakan komputer pengguna saat ini memiliki resolusi 800 x 600 dan 1024 x 768 piksel. Kecendrungan saat ini menunjukkan bahwa resolusi 1024 x 768 piksel akan menjadi resolusi yang paling kecil di masa mendatang. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer pengguna, maka ketika pengguna mengakses halaman web, pengguna harus melakukan scrolling ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja kurang bagus di mata pengunjung.
Sebagian pengembang menyiasati masalah ini dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu. Harapannya adalah agar semua komputer pengguna dapat menampilkan halaman web tanpa harus scrolling ke samping. Akan tetapi, dengan lebar halaman yang hanya 800 piksel tentu tidak banyak informasi yang dapat disampaikan. Selain itu, akan banyajk terbuang sia-sia jika komputer pengguna yang mengakses web memiliki resolusi tinggi (lebih besar dari 800 x 600 piksel) karena halaman web yang ditampilkan tetap dengan lebar 800 piksel. Cara lainnya yang digunakan pengembang adalah dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefenisikan dengan menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefinisikan 90% maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar halamannya akan memenuhi 90% dari lebar layar. Cara ini tentu lebih baik karena tidak bergantung kepada resolusi komputer pengguna. Selain itu, penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih efektif karena jika resolusi komputer pengguna tinggi, maka informasi yang akan ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengguna memiliki resolusi rendah, maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik karena tidak ada scrolling ke samping.
Pengembangan web ini cukup baik dalam memperhatikan faktor screen resolution yang telah dibahas di atas. Pengembang menggunakan cara yang kedua yaitu dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Hal ini merupakan kelebihan dari web ini. Dengan begitu, siapapun yang ingin mengakases situs ini tidak perlu khawatir akan terjadi perbedaaan resolusi yang dialaminya.

20. Penggunaan hari dan tanggal

Penggunaan hari dan tanggal pada setiap situs akan sangat membantu bagi pengunjung yang mengakses situs tersebut. Seperti pada website ini, penggunaaan hari dan tanggal diletakkan pada sebelah kiri atas. Hari dan tanggal ini akan berubah sesuai hari dan tanggal sebenarnya. Ini akan sangat membantu sekali jika pengunjung ingin mengirim surat atau hal lain yang berhubungan dengan kantor pos. Fitur tanggal ini sebaiknya tetap dipertahankan untuk ke depannya.
Ini adalah fitur kalender yang diberikan kepada pengunjung agar memudahkan pengunjung melihat hari dan tanggal saat mengakses sekarang.

21. Penggunaan bullet list yang kurang tepat

List pada umumnya digunakan untuk menampilkan secara urut informasi-informasi yang disediakan. Tujuan penggunaan list ini adalah pengunjung dapat dengan mudah membaca secara urut informasi yang disediakan. Namun, pada penggunaan bullet list di situs ini nampaknya kurang tepat.

Penggunaan bullet list di samping kurang tepat. Bullet list di samping terlihat seperti radio button yang dapat dipilih sehingga pengunjung akan bertanya-tanya apakah benar ini merupakan radio button atau list biasa.
Untuk sarannya sebaiknya diganti dengan karakter list lainnya agar tak menyerupai radio button. Dengan demikian, pengunjung mengerti itu bukanlah sebuah radio button yang dapat di-click.

22. Menu navigasi Produk Pos

Pada setiap website, pasti mempunyai produk masing-masing yang ingin ditawarkan kepada masyarakat umum. Dengan adanya website ini, maka diharapkan produk-produk yang ditawarkan akan diminati oleh pengunjung kebanyakan. Dengan begitu, tujuan promosi produk ini terpenuhi. Begitu pula pada situs ini, produk yang ditawarkan amatlah bervariasi. Produk yang diberikan dibagi-bagi berdasarkan kategori-kategori yang disusun secara rapih oleh pengembang situs ini. Pengembang situs ini menempatkan pilihan produk ini pada halaman utama. Beberapa kategori ini jika di-click akan membawa kita kepada halaman yang berisi semua produk dari kategori yang dipilih.

Halaman ini adalah menu-menu navigasi produk pos yang ditawarkan kepada pengunjung. Jika kita memilih salah satu diantaranya maka akan dibawa ke halaman berbeda yang berisi list dari produk sesuai kategori. Halaman ini berisi judul dari produk dan penjelasan singkat. Jika kita click kembali pada bagian judul tersebut, maka akan dibawa kepada penjelasan secara teliti dan dalam mengenai produk tersebut.
Pemakaian menu navigasi produk pos ini amatlah tepat. Pengunjung dapat melihat produk dengan jelas dan rinci. Secara tampilan juga menarik pengunjung dapat memilih untuk membaca kajian produk tersebut secara rinci ataupun secara umum.

23. Menu help

Menu help biasa digunakan oleh pengguna apabila pengguna ingin mendapatkan tujuan yang ingin dicapainya tetapi pengguna tersebut tidak menegerti akan cara mencapai tujuannya tersebut. Maka pengguna situs tersebut mencari menu help yang biasanya tersedia pada setiap situs. Menu help biasanya berisi penjelasan mengenai pemakaian situs secara umum. Pada situs Pos Indonesia ini, menu help digunakan untuk membantu mengenai pelacakan kiriman surat yang pengguna kirimkan. Di sini tidak dijelaskan mengenai bantuan secara umum menggunakan situs tersebut. Seharusnya jika maksud tujuan pengembang di sini adalah hanya menjelaskan tentang bagaimana menggunakan lacak kiriman, diberi penjelasan mengenai tujuan bantuan tersebut. Jadi jika kita sebagai pengguna yang tidak tahu akan hal tersebut, merasa kecewa karena ternyata menu help tersebut hanya menjelaskan bagian lacak kiriman dan tidak menjelaskan hal lain jika pengguna bermaksud mencari tujuan yang lain. Unutk lebih jelasnya perhatikan gambar 19 berikut. Pada menu ini terlihat hanya menjelaskan bagaimana kita memakai bantuan untuk melacak kiriman surat. Pada menu ini juga jika dibuka dengan memakai browser mozilla firefox, maka akan terlihat berantakan. Konten dari help ini tulisannya melewati batas dari bagian konten yang seharusnya. Untuk saran perbaikan, sebaiknya menggunakan image seluruhnya atau tidak menggunakan script yang menyebabkan perbedaan di setiap browser ini.

24. Menu tarif

Menu tarif yang disediakan oleh PT. Pos Indonesia adalah menu yang khusus disediakan karena tidak semua situs menyediakan fitur ini. Fitur ini dapat dimanfaatkan pengguna jika ingin mengetahui seberapa detail biaya (tarif) yang dikeluarkan dari saku untuk mengirimkan sebuah surat atau apapun yang berhubungan dengan kantor pos. untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 20.

Pada textfield yang disediakan, terlihat tidak ada format penulisan yang benar. Jika kita memasukkan angka berapapun, misalnya angka pada gambar di atas maka tetap dapat diproses. Sebagai saran untuk perbaikannya, sebaiknya menggunakan tooltips agar pengguna dapat mengerti apa yang harus dimasukkan ke dalam textfield tersebut. Selain itu, diberi penjelasan mengenai batasan yang dapat diproses oleh system ini. Button proses yang diletakkan disebelah textfield berat juga menjadi kendala bagi seorang pengguna yang tidak tahu akan hal ini. Seorang pengguna awam akan mengira bahwa button proses ini ditujukan untuk memproses berat, bukan memproses secara keseluruhan. Maka sebagai saran tambahannya yaitu sebaiknya diubah peletakkan button proses ini (di bawah). Atau bisa dengan cara mengganti nama proses ini dengan nama hitung karena pada umumnya system ini digunakan untuk menghitung biaya dari asal tertentu, ke tujuan tertentu dan dengan berat tertentu.

25. Contact us

Menu contact us disediakan oleh setiap situs untuk mendapatkan pertanyaan, komentar, saran, dan kritik yang berguna bagi pengembangan website ini kedepan. Seperti yang dilakukan situs Pos Indonesia ini memberikan menu contact us yang sudah cukup baik. Pengembang membuat menu ini dengan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya. Seperti yang terlihat di samping bahwa setiap e-mail yang tertera dapat di-click dan menghubungkannya ke dalam link e-mail tersebut. Pemakaian link ini menggunakan hover. Ini merupakan hal yang patut dipuji.

26. Layanan Promosi

Layanan promosi yang diberikan situs Pos Indonesia ini sudah sangat baik. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut. Jika kita click salah satu gambar yang berjalan ini maka kita akan dirujuk kepada halaman situs promosi tersebut. Tetapi jika kita click pada bagian tengah-tengah antara gambar produk, maka dia tidak menjadi tombol. Ini merupakan kelebihan yang patut dipuji. Walaupun pengembang membuatnya dengan javascript, tetapi jika kita perbesar atau perkecil gambar ini tidak akan berubah. Ini merupakan suatu nilai plus juga bagi situs ini.

27. Konten news

Cuplikan berita-berita terhangat termasuk ke dalam konten dari suatu website. Konten news yang mengulas headline-headline berita terkini, sebaiknya diisikan oleh beberapa kata saja. Sesuai dengan buku “The Essential Guide to User Interface Design” karangan Wilbert O. Galitz, mengatakan bahwa sebaiknya cuplikan-cuplikan berita hanya mengandung beberapa kata saja. Hal ini dikarenakan pengunjung sangat malas membaca berita yang terlalu panjang-lebar. Untuk ingin membacanya lebih detail, sebaiknya diadakannya pilihan ‘see more’ atau ‘next’ atau semacamnya. Pada website Pos Indonesia ini, headline-headline news diletakkan pada halaman utama situs ini. Ternyata pengembang situs ini tidak memberikan pilihan ‘see more’, ini sangat membuat kita semakin penasaran akan kelanjutan berita ini. Pengembang situs ini memakai judul berita ini sebagai pengganti dari pilihan ‘see more’.

Untuk saran yang diberikan pada bagian ini adalah sebaiknya menggunakan aturan umum. Atruan umum tersebut adalah :
1.Cuplikan berita ini hendaknya tidak lebih dari dua puluh kata dalam setiap berita yang ditampilkannya.
2.Sebaiknya diadakannya pilihan ‘see more’, bukan judul berita yang menjadi pengganti button ‘see more’ ini.










Kesimpulan


Web usability adalah salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplemen-tasikannya pada sebuah web. Web merupakan salah satu media perusahaan untuk mempromosikan perusahaannya. Pengembangan web perusahaan bertujuan untuk meningkatkan rasa kepercayaan pengguna/pelanggan terhadap perusahaan.
Pada pengembangan web PT. Pos Indonesia terdapat kekurangan menyangkut masalah usability. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada web ini, antara lain : penggunaan script yang dibuka hanya pada browser tertentu, pengimplementasian link dan pemakaian bullet list yang kurang tepat, konten yang tidak pernah diupdate, tampilan web yang kurang konsisten, fungsi search yang sedikit membingungkan, penggunaan white space yang terlalu banyak serta pengimplemetasian form yang kurang tepat. Namun dibalik itu semua, secara keseluruhan website ini sudah cukup baik dan dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat di manapun berada.
Selain web usability, aksesibilitas juga penting. Aksesibilitas adalah kemampuan system agar dapat diakses oleh pengguna yang memiliki keterbatasan. Web Pos Indonesia ini menyediakan fitur alih bahasa sehingga website ini dapat diakses oleh warga Negara asing secara mudah dan dipahami baik. Ini berarti aksesibilitas pada situs ini sudah memenuhi. Kendala lainnya yang tercakup antara lain penggunaan website ini didefault dengan ukuran font yang cukup kecil, sehingga pengguna terutama lansia harus memperbesar ukuran font ini terlebih dahulu untuk dapat mengaksesnya dengan mudah.

Secara keseluruhan, website ini mempunyai web usability dan aksesibilitas yang cukup baik. Patut menjadi nilai lebih untuk pengembang karena mendesain tampilan dan system yang tepat, walaupun masih terdapat kesalahan-kesalahan yang telah dibahas di atas.

Saran

Sebagai saran untuk pelengkap makalah ini dihimpun menjadi beberapa poin. Poin-poin tersebut merupakan summary dari apa yang kita pelajari sebelumnya. Diharapkan dari makalah ini menjadi masukan yang positif bagi pengembang web Pos Indonesia pada khususnya dan bagi pengembang web lainnya yang membacanya.

Poin-poin tersebut adalah :
Gunakan XHTML dan CSS atau script lainnya sebagai standar dokumen web saat ini.
Buatlah website yang dapat diakses semua user dengan baik dan mudah.
Buatlah konten website yang memiliki value dan bermanfaat bagi orang lain.

DAFTAR PUSTAKA


http://www.prowebpro.com/artikel/membuat_website_yang_baik.php
Chak A. 2003. Submit Now. New Riders Publishing
Galitz, Wilbert O. 2007. The Essential Guide to User Interface Design. Canada : Wiley Publishing, inc.
Krug, Steve. 2000. Don’t Make Me Think. USA : Circle.com Library.





untuk melihat file asli pdf silahkan download

analisis web Pos Idonesia.pdf






01 Juni 2008

Fiuuuhhh...

huh... cape.. coi... detik2 terakhir maw PKL, tapi tugas Akhir bejibun banyaknya ampe² di listing ma temen.. wkwkwk... mana Ujian bentar lagi... hmm... pengennya sih bwt bangga ortu.. tp malah ngerepotin... maafkan akuw mamah-papah...tapi semoga dengan begini, bisa maju dan mandiri...amiiin.... waduh bikin tugas kelompok dulu... dikit lagi presentasi... nyari ref sana-sini.. gadapet jugha.. mang bener harus kudu dikerjain sendiri(kelompok sendiri)... harus bener2 dipikirkan tuh logikanya.. gimana caranya... ayolah Farmer.. kita bangkit ...(kata deddy mizwar)
bangkit itu malu... malu meminta2 kpd org lain... bangkit itu 'AKU'... hohoh.. jd smgt lagi kan ngerjain tugasnya... untung dpt ref sedikit tapi beguna... gw lgsg pake nih ref...
hyperlink di java
lgsg aja gw edit jd gini...
//dholep hari sabtu
package source;

import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;

public class AnimasiTeks extends javax.swing.JFrame{

private Panel panel;
private Font a = new Font("Arial", Font.PLAIN,12);
private Font b = new Font ("Tahoma",Font.PLAIN,12);
private Font c = new Font ("Showcard Gothic",Font.PLAIN,20);
private Font d = new Font("Arial", Font.BOLD,12);
private JLabel lbl1 = new JLabel(new ImageIcon("gambar/GMS_LOGO.jpg"));
public AnimasiTeks(){

setSize(640,400);
setLocation(150,100);
setIconImage(new ImageIcon("ico/burung.png").getImage());
setDefaultCloseOperation(javax.swing.JFrame.DISPOSE_ON_CLOSE);
setResizable(false);
panel = new Panel();

panel.setBorder(BorderFactory.createTitledBorder(BorderFactory.createEtchedBorder(),"about GMS"));
panel.setBounds(10,10,600,400);
panel.setBackground(Color.lightGray);
panel.add(lbl1);
lbl1.setBorder(BorderFactory.createTitledBorder(BorderFactory.createEtchedBorder(),""));
lbl1.setBounds(480,223,150,150);
add(panel);
setVisible(true);
new Thread(panel).start();
show();

}

public static void main (String[] args) {
new AnimasiTeks();
}

private class Panel extends javax.swing.JPanel implements Runnable{

private javax.swing.JLabel judul;
private javax.swing.JLabel brs1;
private javax.swing.JLabel brs2;
private javax.swing.JLabel brs3;
private javax.swing.JLabel brs4;
private javax.swing.JLabel brs5;
private javax.swing.JLabel brs6;
private javax.swing.JLabel brs7;
private javax.swing.JLabel brs8;
private javax.swing.JLabel brs9;
private javax.swing.JLabel brs10;



public Panel(){
setLayout(null);
//untuk judul
judul = new javax.swing.JLabel("Gymnasium Management System");
//judul.setBounds(10,1000,100,50);
judul.setFont(c);
add(judul);
//untuk baris pertama
brs1 = new javax.swing.JLabel("GMS adalah sebuah perangkat lunak yang membantu pengaturan kegiatan dan inventarisasi Gymnasium IPB.");
brs1.setFont(a);
add(brs1);
//untuk brs 2
brs2 = new javax.swing.JLabel("Dengan menggunakan GMS, Administrator Gymnasium IPB dapat melakukan pemesanan fasilitas gymnasium ");
brs2.setFont(a);
add(brs2);
//untuk brs 3
brs3 = new javax.swing.JLabel("dan inventarisasi property secara digital. Dengan menggunakan data digital, kelemahan akan rusak dan hilang");
brs3.setFont(a);
add(brs3);
//untuk brs 4
brs4 = new javax.swing.JLabel("-nya data akan berkurang. Keunggulan GMS lainnya adalah cepatnya akses untuk mendapatkan data yang se-");
brs4.setFont(a);
add(brs4);
//untuk brs 5
brs5 = new javax.swing.JLabel("gera dibutuhkan. Administrator menjadi lebih mudah dalam pengaturan Gymnasium IPB. Maka dapat kita tarik");
brs5.setFont(a);
add(brs5);
//untuk brs 6
brs6 = new javax.swing.JLabel("kesimpulan, manajemen Gymnasium IPB akan lebih efektif dan efisien menggunakan GMS. Terima Kasih.");
brs6.setFont(a);
add(brs6);
//untuk brs 7
brs7 = new javax.swing.JLabel("untuk saran dan kritik kirimkan ke developer :");
brs7.setFont(d);
brs7.setForeground(Color.red);
add(brs7);
brs7.setBounds(10,310,620,10);

//untuk brs 8
//brs8 = new javax.swing.JLabel("http://www.thefarmer42.wordpress.com");
//brs8.setFont(b);
//brs8.setForeground(Color.blue);
//add(brs8);
JLabel lb = new HyperLinkLabel("Farmer Official Website",
"http://www.thefarmer42.wordpress.com");
lb.setFont(b);
lb.setBounds(10,325,200,10);
add(lb);
JLabel lb2 = new HyperLinkLabel("GMS Online",
"http://localhost/gmsonlineci");
lb2.setFont(b);
lb2.setBounds(10,340,200,10);
add(lb2);

}

public void run(){
int x = 130;
int y = 120;
for(int i=(-20);i<=y;i++){

judul.setBounds(x,y,500,50);
brs1.setBounds(10,y+30,620,50);
brs2.setBounds(10,y+50,620,50);
brs3.setBounds(10,y+70,620,50);
brs4.setBounds(10,y+90,620,50);
brs5.setBounds(10,y+110,620,50);
brs6.setBounds(10,y+130,620,50);
//brs8.setBounds(10,y+190,620,50);

y -= 1;
try{
Thread.sleep(200);
}catch(InterruptedException e){
e.printStackTrace();
}
}
}

}



}
oya makasi bwt mas shahzad19_00 dr sun.java
sama mas echo dari developer java..
dah ngasih pembelajaran berguna... semoga ilmunya ditambahkan... amin..
thx.. all....


regards
=dholep.copo=
coz loozerisnotbad