12 Januari 2009

journey trip voyage travel drive going in danger.... woh

بسم الله الرحمن الرحيم.


Bangun tidur, terdengar suara Handphone berdering... Dari layarnya terbaca tulisan Fam.Rumah, yang berarti telepon berasal dari orang yang berada di rumah... ibunya meneleponya rupanya.... ada apa gerangan? Sang ibu mengingatkan kepada ia bahwa segera mencari hari untuk menyempatkan waktunya untuk pulang sebentar ke rumah, di tengah-tengah sibuknya kuliah menjelang ujian itu. Sempat ia menolaknya karena fokus pada kesibukanya sendiri... Sang ibu dengan sabar menceritakan bahwa kepulangan yang ia maksudkan adalah untuk segera memperpanjang kartu tanda penduduk sang anak yang telah habis masa waktunya.... woh.. memang orang tua sayang kepada anaknya... padahal sang anak terlihat acuh tak acuh kepada kehidupanya sendiri, namun ibu tetap memantau dan terus mengingatkan dgn penuh kasih sayang kepada anaknya walopun jarak memisahkannya.......

Setelah telepon itu ditutupnya, ia segera berfikir... berfikir sejenak dan segera diputuskanya keputusan untuk segera pulang... terpikir olehnya bahwasanya kartu identitas itu harus segera ia perpanjang dengan batas waktu maksimal 2 minggu tercatat sejak tanggal blabla... berarti perpanjangan kartu identitas itu bisa dilakukanya kapan2...Namun, Ujian kuliah akan segera dihadapinya Ujian yang berlangsung sekitar 2 minggu itu, tidak bisa ia ganggu gugat dengan aktivitas lain... padahal mah padahal.... akhirnya dia putuskan untuk segera pulang pada saat itu juga....

Perjalanan yang menempuh jarak sekitar 50 KM itu, dilalui dengan sepeda motornya dan dengan cuaca yang tidak mendukung...
sore hari yang mendung itu memang membuat perjalanan itu tidak lelah, namun hujan yang mengguyur di perjalanan membuat ia terbeku-beku sekujur tubuhnya... jas hujan bercorak loreng2 AbRi itu lupa dibawanya sehingga, ia siap dan pasrah menerima air hujan yang turun dari langit itu.... kenapa tidak berteduh? jika berteduh... bisa2 ia sampai jam 7 malam dirumahnya, sedangkan ia bertekad untuk berbuka di Rumahnya.... dan langit masih berkelabu Ria.. tanda hujan masi lama mengguyurr...


Saat tiba di Kota kecil nan Indah itu, ia berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan kota yang Indah, dan bersih itu... padahal saat itu hujan masi mengguyur, jari-jemarinya dingin sedingin2nya dan pertanda darah yang mengalir terhenti sejenak (kesemutan, keram)... Setelah itu, ia melanjutkan perjalananya melewati jalan yang bersih, anti macet, dan segar itu...
kendaraan demi kendaraan dilewatinya begitu saja dengan mudahnya... padahal yang laen berjalan sangat hati2 dan menggunakan jas Hujan



Iapun sempat merekam sebentar perjalanannya, hingga terlihat patung simbol kota kecil itu....




-dangerous, jangan diikuti, berbahaya-

wassalam

1 komentar:

  1. hoh.. kukirakurakura.. eh.. salah..
    KIRAIN NAPA YA...! ternyata eh ternyata gara-gara KTP..

    BalasHapus