07 Desember 2008

Jangan Coba-coba!


Di negeri kita, budaya merokok merupakan suatu kebiasaan yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya di kalangan orang-orang dewasa, para remaja bahkan anak-anak sudah mulai coba-coba sembunyi dari ortunya. Mereka ingin dibilang sudah gede, jantan dan bergaya seperti layaknya orang dewasa. Hal ini merupakan pengaruh dari iklan-iklan TV dan sekalipun pengaruh lingkungan sekitar. Bagaimana mungkin orangtua melarang anaknya untuk tidak merokok, sedangkan ia menghisap rokok setiap hari di depan anak-anaknya.

Sebagian besar umat islam (red 2006) masih menganggap bahwa merokok itu perbuatan makruh, belum pada status haram. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya terlihat ustadz dan kiyai di pesantren-pesantren yang masih menghisap rokok di hadapan santri-santrinya, baik suasana formal maupun santai. Padahal di Timur Tengah rokok sudah menjadi barang terlarang karena banyak terdapat kemudhorotan yang ditimbulkannya.

Orang barat berusaha membanjiri produk rokoknya ke negara-negara Asia khususnya yang beragama muslim, padahal di negaranya sendiri, sudah tidak diminati lagi, karena penduduknya sudah banyak yang sadar akan damapak negatif yang ditimbulkan dari rokok tersebut. Namun apa yang terjadi pada negara kita?? dengan bangga para remaja kita merasa maco(jantan) ketika bisa menghisap rokok yang berasal dari barat maupun lokal. Melihat temannya tidak menghisap, maka dipaksanya untuk menghisap rokok. "Hai, Rokok dong! jangan kaya banci...!!", padahal mereka sadar bahwa banci juga pada merokok... ^^, jadi yang banci?? ^^

Mereka jadi korban iklan yang sangat gencar yang beredar di media. Hasil survey yang dilakukan yayasan AIDS Indonesia dan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok/LM3 pada tahun 2006 ini menunjukkan bahwa 66,6% pelajar pria pernah merokok, dan sebanyak 14,8% pelajar wanita pernah merokok. Dengan usia pertama kali mereka mencoba relatif muda, yaitu mulai umur 9 th - 17 th... wew!!

Mereka tidak menyadari bahwa rokok adalah produk yang banyak mengandung racun yang membahayakan tubuh manusia. Hasil penelitian para medis, terungkap bahwa rokok yang terhisap akan meracuni paru-paru dan seluruh organ tubuh manusia, menyebabkan nafas bau, gigi kuning, kulit keriput, dan berbagai penyakit bahaya lainnya yang dapat menyebabkan kematian. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya nikotin yang menyebabkan kecanduan dan ketergantungan, juga menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah tinggi dan jantung berdebar-debar, tar yang mengandung penyebab kanker. Karbon Monoksida (CO) yang biasanya pada asap knalpot kendaraan dapat mengikat sel darah merah.

Penelitian di USA mengungkapkan sekitar 440.000 warga AS meninggal dunia setiap tahunnya karena efek samping zat atau racun yang terdapat pada rokok(Sinar Harapan 12/4). Perlu diketahui pula, bahwa sudah lebih dari 70 ribu artikel yang membahas tentang bahaya rokok. Namun, sebenarnya tidak kita pungkiri bahwa dari sekian banyak dampak negatif rokok, ternyata mempunyai dampak positif juga yakni menambah konsentrasi. Namun, hal ini tidak membuat rokok merupakan bagus untuk dikonsumxi... karena dampak negatifnya ternyata jauh lebih banyak dibandingkan dengan efek positifnya.

Perlu diketahui pula bahwa rokok adalah awal mula seseorang terkena narkoba. Sesuai keterangan Kepala Penasehat teknis proyek penanggulangan kerja anak ILO Patrixk Quinn. Ia mengatakan bahwa anak-anak tersebut umunya mengawalinya dengan merokok, meminum alkohol, dan menghisap lem.(Media Indonesia, Jum'at 23 Juni 2006)

Oleh karena itu, marilah bersama-sama untuk segera menjauhi rokok. Tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan. Penyesalan itu akan dirasakan di akhir, bukan di awal. Kuatkan tekadmu untuk menghindari zat yang berbahaya ini, yakinlah bahwa anda bisa....!!
smangat!!!





(Muhapi 2006 dalam Gaul tapi syar'i)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar